• Jamaah Haji Berhasil Lolos Dari Pemerkosaan di Tanah Suci

    Para Jamaah wanita mesti lebih waspada dan berhati-hati, lebih baik selalu bersama rombongan atau temanKejadian buruk menimpa dua jamaah haji wanita Indonesia asal embarkasi Batam kloter 18 yang berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat. Dua jamaah itu nyaris menjadi korban perkosaan warga asing di Saudi. Kasus pertama terjadi Senin (6/12) sekitar pukul 10.30 waktu Arab Saudi. Jamaah perempuan asal Pontianak, itu ada di kamar penginapan sendirian.


    Para Jamaah wanita mesti lebih waspada dan berhati-hati, lebih baik selalu bersama rombongan atau teman

    Kebetulan saat itu, si jamaah sedang datang bulan sehingga ia tidak ikut salat di Masjid Nabawi. Karena sendirian, perempuan itu pun bermaksud mengunci kamar. Namun tiba-tiba ada seorang pria yang bertugas sebagai petugas kebersihan nyelonong masuk. Si pria membekap mulut jamaah perempuan itu dan membawanya ke pojokan.

    “Saya coba tendang, pukul dan akhirnya bisa lepas. Saya langsung teriak sekeras-kerasnya minta tolong,” kata jamaah berusia 30 an itu dengan suara masih bergetar. Teriakan itu membuat si pelaku kabur. Teriakan itu juga didengar jamaah di kamar lain yang kemudian mengejar pria tersebut. Tapi si pelaku tidak berhasil ditangkap.

    Peristiwa tersebut bukan kasus pertama. Sebelumnya, pada Kamis (2/12), ada pegawai Hotel Mukhtara yang kurang ajar terhadap jamaah wanita yang juga sedang sendirian di kamar. Pria itu tiba-tiba masuk kamar dan menawari uang 500 riyal pada jamaah wanita itu dengan maksud jahat. Si jamaah awalnya mengira pria itu ingin menukar uang.

    “Saya bilang saya tidak punya uang kecil. Tapi, dia maksa dan terus mepet saya. Saya baru paham dia mau membeli saya, saya langsung saja berteriak menyuruhnya keluar dan dia lari keluar,” cerita jamaah tersebut seperti dilansir situs Departemen Agama, Selasa (7/12).  Seorang dari dua orang pelaku asusila itu berhasil dibekuk. Si pelaku pun mengakui dirinya berniat memerkosa jamaah haji Indonesia.

    Ketika ditangkap, si pelaku yang masih berusia muda asal Bangladesh itu langsung digiring ke ruang kantor di Hotel Mukhtara Plaza. “Ketika awal diperiksa dia tidak mengaku, tapi didesak akhirnya mengaku juga,” kata petugas keamanan Daker Madinah, Kapten Syafendi saat ditemui di Hotel Mukhtara Plaza.

    Syafendi juga mengaku geram begitu melihat pelaku yang tidak bermoral tersebut. Dirinya bahkan sempat gemas ingin menggebuki si pelaku. Namun, sebelum dipukul, si pelaku sudah mendapat pukulan di kepala dari pihak hotel. “Pas saya datang saya sudah pegang pundaknya. Tapi orang hotelnya keburu memukul duluan,” urai Syafendi.

    Si pelaku yang merupakan petugas kebersihan hotel itu ditangkap karena memang tidak melarikan diri. Dia masih bertugas ketika dirinya dibawa ke ruangan kantor untuk diamankan. Sementara satu pelaku lainnya masih dalam buruan pihak hotel. Pihak hotel pun berjanji untuk segera menangkap pelaku tersebut. Kepala Daker Madinah, Subakin Abdul Muthalib sangat menyesalkan kejadian tersebut. Ia menegur pihak hotel agar bersikap keras dan memecat dua pegawainya yang sudah kurang ajar pada jamaah wanita Indonesia.

    “Ini peristiwa yang memalukan. Pasti pelaku itu akan dipecat,” tegas Subakin usai menemui dua korban tersebut. Subakin meminta agar suami korban membuat laporan agar kasus tersebut bisa ditindaklanjuti. Kepada jamaah wanita, Subakin mengimbau agar lebih berhati-hati yakni dengan tidak berada di kamar sendirian. Bila sedang berhalangan, disarankan jamaah wanita bergabung dengan jamaah lainnya atau menunggu di lobi hotel.
     
     
     

0 Coment:

Posting Komentar